Memasuki tahun 2012 tidak terasa 12 tahun sudah saya menjadi guru. Menjadi guru itu gampang-gampang susah. Mengampu pelajaran tertentu yang telah ditekuni sekian lama dan terus berulang tentu bukanlah pekerjaan sulit. Namun menghadapi murid yang selalu berganti tiap tahun, memiliki karakter berbeda, dan tingkat penyerapan terhadap materi pelajaran yang tak sama, pasti membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Guru yang tak sabar dan kurang telaten akan terkurung oleh frustasi. Profesi mulia sebagai guru terasa sebagai sebuah beban yang terus menghimpit. Bisa-bisa guru menjadi stres. Padahal guru dalam berbagai sisi menjadi ukuran nilai yang darinya murid bercermin untuk merangkai makna keteladanan.
Saya teringat dengan kalimat sakti dari Charlie Ward bahwa Guru yang biasa-biasa saja memberi tahu. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang bagus menunjukkan bagaimana caranya. Tetapi guru yang luar biasa menginspirasi murid-muridnya. Saya ingin mendapatkan level tertingi sebagai guru yaitu guru inspiratif. Angan saya untuk menjadi Guru inspiratif memang tidak dengan sendirinya muncul. Sebab, institusi pendidikan pencetak guru pun tak pernah membekali kemampuan seperti itu. Karenanya, guru inspiratif harus dibentuk. Salah satu faktor pemantiknya adalah menjaga komitmen untuk terus memberi spirit kreatif-inspiratif kepada para siswa. Dengan spirit ini, guru dapat menciptakan manusia unggul yang penuh dengan kreativitas dan kemampuan kompetitif.
Di sisi lain, dari unsur internal menjadi guru inspiratif harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya, menyukai tantangan dengan terus belajar. Perubahan zaman yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi begitu cepat semestinya segera direspons guru. Dengan terus belajar, guru inspiratif senantiasa memperbarui khazanah pengetahuannya. Dengan cara inilah ia memiliki kapabilitas dan kompetensi, baik secara personal maupun sosial yang mumpuni.
Hasrat terus belajar, kapabilitas, dan kompetensi personal-sosial masih perlu didukung dengan kreativitas guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang inspiratif. Jika cara mengajar dan apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita hari ini sama saja dengan yang kemarin, maka kita merampas masa depan anak didik kita tersebut. Dalam iklim demikian, guru dapat menarik minat siswa untuk senang terhadap pelajaran. Rasa senang inilah yang menjadi modal penting dalam diri siswa untuk menekuni dan menggeluti pelajaran secara lebih optimal. Selain itu, rasa senang juga akan menghilangkan kejenuhan dan kemalasan sehingga mereka akan bergairah dan senantiasa penuh semangat dalam belajar.
Terus mengganjal di pikiran saya kenapa kemajuan pendidikan sulit didapat ? Pertanyaan yang klise dari tahun ke tahun. Di awal tahun 2012 ini dan mengawali pelajaran di semester dua saya mencoba mengetahui penyebab dari semua itu. Saya menyebarkan angket kepada murid-murid saya tentang pandangan mereka terhadap performa bapak dan ibu guru yang mengajar ? Angket itu berisi 3 pertanyaan, yaitu 1) Apakah anda tertarik dalam mengikuti pelajaran, 2) Apa yang paling membuat anda tidak tertarik dalam mengikuti pelajaran ?, 3) Metode apa yang paling sering dipakai guru dalam mengajar ?
Sebuah angket yang mungkin sangat jauh dari segi kevalidan dan reliabel. Angket tersebut adalah angket terbuka dengan jawaban yang bebas. Hasil dari angket tersebut saya rangkum sebagai berikut :
Untuk pertanyaan pertama :
- 85% anak mengatakan tidak tertarik mengikuti pelajaran
- 10% anak mengatakan cukup tertarik
- hanya 5% anak mengatakan tertarik.
Untuk pertanyaan kedua :
- 70% anak mengatakan bosan dengan cara guru mengajar
- 10% anak mengatakan pelajarannya sulit
- 8% anak mengatakan gurunya tidak asyik
- 12% anak mengatakan tidak tahu
Untuk pertanyaan ketiga :
- 95% anak mengatakan guru mengajar dengan metode ceramah
- 5% anak mengatakan guru mengajar dengan metode selain ceramah.
Mengacu pada hasil angket di atas, kita tentu prihatin dengan kondisi tersebut. Jangan kita menyalahkan anak yang tidak mau belajar karena cara mengajar kita tidak menarik dan disukai anak. Sangat maklum jika prestasi anak-anak didik kita bukan semakin baik tetapi semakin mundur. Itu kondisi riil di sekolah kita. Kondisi yang kurang baik itu tentu harus kita ubah.
Untuk itu memasuki tahun 2012 saya mencoba membuat sebuah gebrakan pembelajaran. Saya mencoba membuat terobosan pembelajaran yang menarik minat dan motivasi siswa. Salah satu yang ingin saya coba adalah membuat pembelajaran tanpa sekat ruang dan waktu. Apa itu? pembelajaran tanpa sekat ruang dan waktu adalah pembelajaran yang diciptakan dengan kondisi dimana siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja. Bisa di sekolah pada waktu jam pelajaran, di luar jam pelajaran atau di rumah.
Untuk membangun Pembelajaran tanpa sekat ruang dan waktu, ada beberapa hal yang harus saya persiapkan antara lain infrastruktur yang mendukung dan membuat konten atau isi dari pembelajaran itu. Secara panjang lebar akan saya jelaskan sebagai berikut :
Peralatan yang mendukung pembelajaran tanpa sekat ruang dan waktu
Infrastruktur yang mendukung Pembelajaran tanpa sekat ruang dan waktu adalah koneksi
internet. Hal ini disebabkan karena semua konten yang akan diakses oleh siswa terdapat di server
internet. Saat ini sekolah kami telah didukung oleh jaringan
internet yang sangat memadai baik itu sistem kabel melalui LAN atau wireless melalui hotspot area. Ada lima laboratorium komputer yang terkoneksi dengan
internet menggunakan akses speedy dan 3 titik hotspot area yang juga menggunakan akses speedy. Baru-baru ini kami mendapatkan fasilitas baru hotspot area dari
Telkom dimana siswa bisa mengakses
internet secara gratis dengan cara mengirim sms ke *363*601#. Sms yang dikirim akan mendapatkan fasilitas pasword untuk dapat mengakses
internet. Hal ini tentu sangat mendukung resolusi juara pembelajaran yang akan saya kembangkan, dan tentunya saya sangat berterima kasih kepada PT.
Telkom yang telah menyediakan infrastruktur
internet yang sangat memadai.
Di samping murid sendiri, resolusi pembelajaran yang akan saya kembangkan tentu bisa diakses oleh murid lain, dengan catatan mereka memiliki koneksi
internet. Tetapi saya sangat yakin bahwa perkembangan infrastruktur
internet saat ini sangat pesat dan murah sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat.
Membuat konten/Isi
Tugas infrastruktur
internet biarlah ditangani oleh ahlinya yaitu PT.
Telkom, tugas saya sebagai guru dalam hal ini adalah membangun konten/isi dari pembelajaran tanpa sekat ruang dan waktu tersebut. Pembangunan konten Pembelajaran tanpa sekat ruang dan waktu adalah dengan memanfaatkan beberapa fasilitas antara lain:
- Blog
Blog yang saya bikin dibangun dengan fasilitas gratis dari Blogger yaitu www.blogger.com. Blog gratisan itu ternyata cukup memadai untuk memasang semua materi pelajaran, video, kuis online dan nilai raport. Blog dibuat menarik sehingga merangsang siswa untuk mengunjunginya. Lewat blog ini saya mengembangkan konten pembelajaran. Silahkan berkunjung di www.kang-ardan.blogspot.com.
- Facebook
Fasilitas gratis kedua yang akan saya gunakan adalah Facebook. Apa pertimbangannya? Sederhana, yaitu hamper semua muridku telah memiliki account facebook. Facebook nantinya digunakan untuk melakukan chatting antara guru dan siswa, membuat grup komunitas kelas, memberi tugas guru ke murid, melaporkan tugas siswa, dan memberi motivasi.
- Email,
Fasilitas gratis ketiga yang saya gunakan adalah email. Saya menggunakan fasilitas email miliki Google yaitu gmail. Email ini saya gunakan untuk membuat account blog, dan facebook.
- Kuis atau ulangan online,
Kuis online digunakan untuk mendapatkan nilai dengan melaksanakan evaluasi. Kuis online yang digunakan dibangun dengan proprofs dan fasilitas lain dari Google yaitu Google Document. Untuk tampilan kuis online atau ulangan ini dipasang secara embed di blog. Contohnya klik disini.
- Video di www.beoscope.com
Tampilan konten yang menarik didukung dengan fasilitas video. Untuk memasang video yang sudah dibuat adalah dengan memanfaatkan fasilitas dari www.beoscope.com yang diembed di blog. Bagaimana cara memanfaatkan video klik disini.
- Office Web Apps dari Microsoft.
Fasilitas di internet ini digunakan untuk memasang nilai raport, administrasi pembelajaran dan data siswa. Pingin tahu cara memanfaatkannya klik disini.
Membuat sebuah program tidak lepas dari tiga faktor yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tekad yang ingin saya kejar untuk tahun 2012 yaitu menciptakan pembelajaran tanpa sekar ruang dan waktu juga dipengaruhi oleh tiga faktor tersebut. Resoluasi saya tahun 2012 ditargetkan selesai pada enam bulan pertama sesuai dengan masa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tahap perencanaan akan saya laksanakan selama satu bulan yaitu bulan Januari 2012. Rencana pada tahap pelaksanaan adalah membuat blog, membuat grup di facebook dan membuat kuis online. Sementara tugas yang saya berikan ke murid adalah membuat account facebook dan gabung di grup yang saya buat. Pada tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan direncanakan selama empat bulan yaitu bulan Pebruari s.d. Mei 2012. Pada tahap ini siswa diminta untuk mengakses materi di blog, mengajukan pertanyaan dan berkonsultasi melalui facebook dan mengerjakan soal online. Tahap terakhir adalah tahap evaluasi. Pada tahap ini saya akan mebuat angket menggunakan Google Document untuk menjaring pendapat siswa berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran tanpa sekat ruang dan waktu. Evaluasi ini penting untuk pengembangan sistem belajar yang saya buat dimasa depan.
Itulah resolusi juara yang akan saya kembangkan di tahun 2012. Saya optimis keinginan saya ini akan membantu siswa dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan dan akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan.